Beredar Foto Tentara Amerika Telanjang, dari Skandal Hoes Hoin

Maret 15, 2018 Add Comment
Tentara Perempuan Amerika

Militer Amerika Serikat sedang diguncang skandal hoes hoin yang melibatkan tentara perempuan. Laporan dari Vice News pada pekan lalu menyebutkan, sebuah akun Dropbox rahasia memuat ratusan foto bugil tentara perempuan AS dari lima cabang angkatan bersenjata.

"Hal itu telah dilaporkan melalui NCIS dan tindakan yang tepat telah dilakukan," kata Christopher Harrison, juru bicara Korps Marinir, kepada Military Times. Dalam folder Dropbox yang bernama "Hoes Hoin", ada 267 gambar secara keseluruhan dan tiga subfolder untuk kategori perempuan tertentu.

Bertempur Beberapa foto memperlihatkan para tentara perempuan menunjukkan tanda pengenal dan seragam mereka. Sebagian foto menampilkan perempuan mengenakan pakaian militer. Terdapat juga beberapa swafoto dan gambar yang diambil oleh orang lain. Tautan Dropbox tersebut pertama kali muncul sekitar dua pekan lalu di grup Facebook yang eksklusif bernama Blame Marines United (Non-Butthurt Edition). Sekitar 400 anggota masuk dalam grup Blame Marines United.

Facebook telah menutup grup tersebut setelah seorang veteran Korps Marinir, Erin Kirk Cuomo, melaporkan adanya aktivitas tersebut. Cuomo yang juga menjadi salah satu pendiri #NotinmyMarineCorps, sebuah kelompok advokasi, kecewa dengan kegagalan militer mengidentifikasi dan menutup grup tersebut. Ini merupakan kedua kalinya Marinir AS berurusan dengan skandal foto telanjang.

Tahun lalu, laporan Pusat Investigasi AS mengungkapkan kasus kelompok rahasia Facebook bernama Marinir United.

Grup ini memiliki lebih dari 30.000 anggota. Ratusan hingga ribuan gambar telanjang dibagikan yang membuat Kongres harus mengeluarkan undang-undang tentang penyebaran gambar intim yang tidak pantas pada Desember 2017.

Tindakan membagikan dan menyebarkan gambar tersebut menjadi tindakan pidana. Pelaku dapat dikenai hukuman militer dan dikeluarkan dengan tidak hormat. Sebanyak 97 marinir yang terlibat dalam skandal itu juga telah diadili.

Dana sebesar 18 juta dollar AS atau Rp 247 miliar dikucurkan untuk menangani skandal foto telanjang agar tidak tersebar lebih luas. Juru bicara Pentagon, Carla Gleason, mengatakan, Kementerian Pertahanan terus memantau dan memeriksa aktivitas media sosial. "

Namun, karena platform media sosial terus berkembang, tantangannya tetaplah menjadi waspada serta mengidentifikasi korban cyberbullying dan pelaku pelanggaran," katanya. Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Marinir AS Mendarat di Pulau Iwo Jima Sementara itu, juru bicara Dropbox menyatakan, tautan yang berisi gambar tersebut telah dihapus.

"Jika kami menemukan pelanggaran, kami akan mencabut konten dan apabila diperlukan, akan mengambil tindakan lain, seperti melarang konten itu dan atau melaporkan kepada penegak hukum," ucapnya.

Sumber : https://internasional.kompas.com/read/2018/03/12/08415721/skandal-hoes-hoin-tersebarnya-ratusan-foto-bugil-tentara-perempuan-as

Densus 88 Amankan Tiga Terduga Teroris di Temanggung

Februari 01, 2018 Add Comment
Densus 88 Amankan Tiga Terduga Teroris di Temanggung

Densus 88 Antiteror menangkap tiga orang di toko Aneka Grosir Sepatu, Temanggung, Jawa Tengah, Kamis (1/2/2018) pagi yang diduga teroris di temanggung.

Mereka berinisial W, L, dan Z. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mochammad Iqbal mengatakan, mereka diduga terlibat dalam aksi terorisme.

"Sekarang sedang diamankan di Mapolres Temanggung. Kita periksa," ujar Iqbal saat dikonfirmasi, Kamis siang.

Ketiga orang tersebut tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk didalami siapa yang terlibat dan tidak, termasuk untuk mengembangkan perkara ke pihak lainnya yang terlibat.

Dari penangkapan itu, petugas mengamankan dua ponsel, enam flashdisk, sebuah dompet, dan beberapa buku keagamaan.

"Para pelaku masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim Densus 88 Antiteror," kata Iqbal.

Petaka Casing HP Berujung Pembacokan Martha Bos Toko Ponsel

Januari 22, 2018 Add Comment
Petaka Casing HP Berujung Pembacokan Martha Bos Toko Ponsel
Petaka Casing HP Berujung Pembacokan Martha Bos Toko Ponsel

Martha, seorang bos toko handphone (HP) harus bersimbah darah karena dibacok oleh Suwarno. Penyebabnya hanya karena persoalan casing (sarung) HP.

Aksi pembacokan di lokasari yang didiami Martha di kawasan Taman Hiburan Rakyat Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, pada Sabtu 20 Januari 2018 sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, Martha sedang duduk di sebuah toko aksesoris HP.

Baca: Rayakan Pergantian Tahun, Masri Dibacok di Kafe

Saat sedang asyik duduk, Suwarno yang tampak mengenakan jaket berbahan jins warna biru datang dengan penuh amarah sambil membawa sebilah golok. Dari video rekaman CCTV yang dilihat detikcom, Suwarno mengeluarkan golok dari sarungnya tepat di depan toko yang didiami Martha. Dia pun lantas mengayunkan golok tersebut ke etalase toko.

Sambil mengacungkan golok di tangan kanannya, Suwarno merangsek masuk ke dalam toko. Pegawai toko berhamburan, Martha terlihat masuk ke dalam.

Suwarno menyusul masuk. Tak terlihat apa yang dilakukan Suwarno di balik kamera CCTV toko tersebut. Kejadian berlangsung singkat, Suwarno tampak keluar dari dalam toko. Seorang petugas keamanan langsung merangkul Suwarno.

Baca: Martha, Korban Pembacokan Lokasari Square Sosok Pendatang Baru

Sejurus kemudian, orang berkerumun di depan toko yang diserang Suwarno tersebut. Tak lama, tampak Martha yang bersimbah darah digotong keluar oleh beberapa orang.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi mengatakan, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian tak lama setelah menerima laporan dari warga. Suwarno pun langsung ditangkap.

"Pelaku berusaha mencari Susiana Gotama (pemilik toko aksesoris). Selanjutnya pelaku mengarahkan senjata tajam ke arah Susiana Gotama akan tetapi dihalangi oleh korban (Martha) yang kemudian mengenai bagian tangan sebelah kiri dan punggung belakang," ujar Erick kepada detikcom.

Erick juga mengatakan, penyebab pembacokan tersebut hanya persoalan casing HP. Suwarno diduga tak terima karena casing HP yang dia pesan dan telah dia bayar Rp 100 ribu tidak ada.

Baca: Pelaku Pembacokan Pegawai Toko Lokasari Square Terekam CCTV

"Pelaku ini memesan casing HP, sudah seminggu lebih kok belum ada. Yang punya toko kemudian bilang karena barang tidak ada, ya sudah uangnya sebesar Rp 100 ribu dikembalikan. Lantas, pelaku tidak terima dan emosi," kata Erick Frendriz kepada detikcom, Minggu (21/1/2018).

Suwarno kini ditahan polisi di Polres Jakarta Barat. Sedangkan Martha masih menjalani perawatan di RS Husada.

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-3826249/petaka-casing-hp-berujung-pembacokan-martha-bos-toko-ponsel

Begini Kronologi Karyawati Bank Dirampok Sopir Taksi Online, Dipaksa Pasang Borgol Sendiri

Januari 18, 2018 Add Comment
Begini Kronologi Karyawati Bank Dirampok Sopir Taksi Online, Dipaksa Pasang Borgol Sendiri
karyawati bank dirampok di tol cileunyi

Mega Annisa (27) tak pernah menyangka dirinya akan mengalami, bahkan menjadi korban, perampokan oleh sopir taksi online yang ia pesan.

Ditemui Tribun Jabar di Kantor Polisi Jalan Raya (PJR) Gerbang Tol (GT) Cileunyi, Rabu (17/1/2018), Mega Annisa menceritakan pengalamannya.

Baca: Bobol ATM di Indomaret Jakarta Barat, Polisi Periksa Rekaman CCTV

karyawati bank dirampok di tol cileunyi itu mengaku naik taksi online dari arah Setiabudi menuju Buah Batu, Kota Bandung. Dalam perjalanan, sopir taksi online yang ditumpanginya justru mengancamnya.

"Tiba-tiba, di tengah tol, dia (pelaku) mengeluarkan pisau. 'Jangan macam-macam' dia bilang," ujar Mega Annisa.

Baca: Berkomplot, 5 Kawanan Rampok Penumpang di Mobil Angkot

Setelah mengancam memakai senjata tajam, ucap Mega Annisa, pelaku kemudian mengeluarkan borgol.

Di bawah ancaman senjata tajam tersebut, ia mengaku dipaksa memasang borgol di tangannya sendiri.

"Saya bilang, saya tidak mengerti cara pakai borgol, (akhirnya) dia pasangin sendiri," ujar Mega Annisa.

Baca: Terlibat 8 Perampokan Sadis, WNI di Malaysia Ditembak Mati

Setelah itu, pelaku langsung meminta kartu ATM milik dan barang-barang Mega Annisa.

"Saya kasih saja, tasnya sekalian, di situ ada kartu ATM dan semua lah," ujar Mega Annisa.

Kini, Mega Annisa sudah dapat bernafas lega karena berhasil membebaskan diri dari sanderaan sopir taksi online itu.

Sumber : http://jabar.tribunnews.com/2018/01/17/begini-kronologi-karyawati-bank-dirampok-sopir-taksi-online-dipaksa-pasang-borgol-sendiri

Profil Natalius Pigai | Komisioner Subkomisi Pemantauan & Penyelidikan

November 26, 2017 Add Comment
Profil Natalius Pigai | Komisioner Subkomisi Pemantauan & Penyelidikan
Profil Natalius Pigai
Natalius Pigai
Natalius Pigai Lahir di Paniai Papua, 28 Juni 1975. Meraih gelar SIP (Sarjana Ilmu Pemerintahan) dari Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) di Yogyakarta tahun 1999. Pendidikan non formalnya adalah pendidikan statistika di Universitas Indonesia tahun 2004, pendidikan Peneliti di LIPI tahun 2005, dan Kursus Kepemimpinan di Lembaga Administrasi Negara tahun 2010 - 2011.

Pigai pernah menjadi aktivis dibeberapa lembaga antara lain sebagai staf/ aktivis di Yayasan Sejati yang memiliki perhatian pada hak-hak masyarakat terpinggirkan di Papua, Dayak, Sasak, dan Aceh (1999-2002). Sebagai staf di yayasan Cindelaras (Yacitra) yang mengembangkan kearifan lokal khususnya perjuangan hak-hak petani (1998), sebagai ketua di Lembaga Studi Renaissance yang konsen pada pengembangan budaya Papua (1998-2000). Sebagai ketua di Asosiasi Mahasiswa Papua (AMP) Internasional (1997-2000), dan juga aktif bersama elemen-elemen civil society (PRD, PMKRI, Walhi, Kontras Rumah Perubahan, Petisi 28) melakukan kegiatan diskusi, seminar, aksi dan lainnya yang berorientasi pada perubahan.

Selain aktif di LSM, Pigai pernah menjabat sebagai staf khusus menteri (Ir. Alhilal Hamdi dan Yacob Nuwa Wea) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI tahun 1999-2004. Pigai termasuk aktif menulis. Hal ini bisa dilihat dari publikasi tulisannya, terutama publikasinya di bidang hak asasi manusia dalam 10 tahun terakhir.

Beberapa tulisannya telah diterbitkan dalam bentuk buku antara lain berjudul Evolusi Nasionalisme dan Sejarah Konflik Papua, Migrasi Tenaga Kerja Internasional, Anak Indonesia Teraniaya: Status kewarganegaraan Anak TKI di Malaysia, dan Tenaga Kerja Penyandang Cacat, dan lain-lain. Selain itu sejumlah artikel, opini, karya tulis ilmiah maupun makalah pernah terbit di beberapa media massa nasional. Antara lain artikel yang berjudul Kematian Theys Eluay dan Masa Depan Papua, Aksi Premanisme terhadap Pers, dan Papua Mati di Lumbung Padi.

Sumber : https://www.komnasham.go.id/index.php/commisioner/7/natalius-pigai.html

Pembunuhan Gadis Difabel di Yogya, Polisi Dalami Dugaan Pemerkosaan

November 21, 2017 Add Comment
Pembunuhan Gadis Difabel di Yogya, Polisi Dalami Dugaan Pemerkosaan
Ilustrasi korban perkosaan. Pixabay.com
Kriminologi.id - Polres Bantul sukses menangkap pelaku pencopetan disertai pembunuhan terhadap gadis penyandang cacat di Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Polisi sekarang tengah mendalami sangkaan adanya perbuatan pemerkosaan sebab korban ditemukan dalam keadaan nyaris tak memakai busana.

"Awalnya dari proses investigasi yang anda lakukan, terdapat pendapat penyidik semacam tersebut (dugaan tindakan asusila), makanya kami mengerjakan pendalaman tergolong koordinasi untuk pihak lokasi tinggal sakit," kata Kapolres Bantul, AKBP Imam Kabut Sariadi di Bantul, Selasa 21 November 2017.

Tersangka AFK, 42 tahun telah diciduk polisi di distrik Pasar Kranggan, Kota Yogyakarta pada Senin dinihari selama pukul 03.00 WIB. Imam menambahkan, dalam penanganan terhadap permasalahan pencurian dengan kekerasan itu polisi sekarang tengah menantikan hasil pengecekan rumah sakit apakah terdapat indikasi kekerasan seksual yang dirasakan korban.

"Untuk sedangkan ini belum anda temukan apakah ada bagian pemerkosaan ataupun bagian pemaksaan asusila dari pihak tersangka untuk pihak korban. Dan proses untuk memahami apakah yang bersangkutan sudah melakukan tersebut masih dalam proses pengecekan lab," kata Imam.

Pelaku yang adalahwarga Papua dan hidup tak pasti di Yogyakarta tersebut dijerat dengan Pasal 365 KUHP. Namun jeratan tersebut bisa meningkat jika memang ada sangkaan kekerasan seksual yang dilaksanakan pelaku.

Peristiwa pencopetan dengan kekerasan itu berawal saat terduga yang datang ke lokasi tinggal korban di distrik Plawonan Sedayu pada Sabtu, 18 November dengan maksud menumpang untuk membasuh atau mencuci badannya.

Namun saat pelaku berada di lokasi tinggal korban, ia menyaksikan korban beserta dagangan berharganya sampai-sampai niatan pelaku yang tadinya melulu mau menumpang mencuci diri berubah niatnya guna menguasai dagangan tersebut.

"Di situ terdapat televisi juga sejumlah barang berharga yang curi perhatian tersangka, namun perbuatan tersebut dipergok oleh korban dan berteriak, dan pada saat tersebut tersangka lantas menyekap korban dan korban dicekik sampai meninggal dunia," katanya. RZ

Vonis Bebas Korban Salah Tangkap, Ini Sosok Hakim Eka Saharta

November 21, 2017 Add Comment
Vonis Bebas Korban Salah Tangkap, Ini Sosok Hakim Eka Saharta
Sosok dibalik Hakim Eka Saharta
Sosok dibalik Hakim Eka Saharta
Kriminologi.id - Majelis hakim Pengadilan Negeri Bekasi, Jawa Barat, memvonis bebas Indra Lesmana atas permasalahan penganiayaan terhadap Edi Gilang Febriyanto, 17, murid SMK Abdi Karya yang tewas ketika tawuran.

Ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Bekasi, Eka Saharta Winata Laksana, mengaku tidak menyaksikan kebersangkutanan Indra terhadap tewasnya Edi Gilang Febriyanto. Indra didakwa pasal pilihan UU Perlindungan Anak dan pasal 351 KUHP tentang penyiksaan yang mengakibatkan orang beda meninggal dunia dengan ancaman 11 tahun penjara.

Sosok Eka Saharta, adalahhakim Pengadilan Negeri Bekasi semenjak 2016. Dalam website resmi PN Bekasi Kota, Eka menjabat sebagai Hakim Madya Utama. Sebelumnya, Eka pernah menjabat sebagai Hakim Tingkat Pertama di Pengadilan Negeri Semarang pada 2013.

TONTON: Video Pengakuan Indra Lesmana Sang Korban Salah Tangkap Polisi

Sementara karir Eka dibuka menjadi staf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tahun 1988 dan 1989.

Dalam karir Eka Saharta, dia pun pernah menyidangkan sejumlah permasalahan penting. Salah satunya ialah saat ia menjabat sebagai hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung. Dalam sidang itu, Eka bareng majelis hakim memvonis bebas Wali Kota Bekasi nonaktif Mochtar Mohammad, pada 11 Oktober 2011.

Akibatnya, Eka Saharta yang saat tersebut menjadi hakim anggota bareng Ramlan Comel, dan hakim ketua Azharyadi Pria Kusuma dicek Mahkamah Agung untuk menggali apakah terdapat pelanggaran etika dan perilaku hakim dalam perkara tersebut.

BACA: Pengakuan Korban Salah Tangkap Polisi, Dianiaya Bagi Mengaku

Eka Suharta pun pernah memvonis 1 tahun penjara terhadap Sunaryo HW, mantan anggota Dewan Kota Cirebon yang saat tersebut menjabat Wakil Wali Kota Cirebon. Sunaryo divonis atas permasalahan korupsi dana APBD Kota Cirebon tahun 2004 senilai Rp 4,9 miliar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Jumat, 6 Januari 2012.


Indra Lesmana, korban salah tangkap atas permasalahan penganiayaan ketika terjadinya tawuran merupakan lulusan SMK Bani Insan Kamil tahun 2016. Indra dilepaskan oleh majelis hakim Pengadilan Bekasi sebab tidak terbukti mengerjakan penganiayaan.

Peristiwa tawuran itu terjadi pada 11 Maret 2017. Tawuran yang terjadi di Jalan Ratna, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, dilatarbelakangi sebab saling ejek.