Begini Kronologi Karyawati Bank Dirampok Sopir Taksi Online, Dipaksa Pasang Borgol Sendiri

Januari 18, 2018 Add Comment
Begini Kronologi Karyawati Bank Dirampok Sopir Taksi Online, Dipaksa Pasang Borgol Sendiri
karyawati bank dirampok di tol cileunyi

Mega Annisa (27) tak pernah menyangka dirinya akan mengalami, bahkan menjadi korban, perampokan oleh sopir taksi online yang ia pesan.

Ditemui Tribun Jabar di Kantor Polisi Jalan Raya (PJR) Gerbang Tol (GT) Cileunyi, Rabu (17/1/2018), Mega Annisa menceritakan pengalamannya.

Baca: Bobol ATM di Indomaret Jakarta Barat, Polisi Periksa Rekaman CCTV

karyawati bank dirampok di tol cileunyi itu mengaku naik taksi online dari arah Setiabudi menuju Buah Batu, Kota Bandung. Dalam perjalanan, sopir taksi online yang ditumpanginya justru mengancamnya.

"Tiba-tiba, di tengah tol, dia (pelaku) mengeluarkan pisau. 'Jangan macam-macam' dia bilang," ujar Mega Annisa.

Baca: Berkomplot, 5 Kawanan Rampok Penumpang di Mobil Angkot

Setelah mengancam memakai senjata tajam, ucap Mega Annisa, pelaku kemudian mengeluarkan borgol.

Di bawah ancaman senjata tajam tersebut, ia mengaku dipaksa memasang borgol di tangannya sendiri.

"Saya bilang, saya tidak mengerti cara pakai borgol, (akhirnya) dia pasangin sendiri," ujar Mega Annisa.

Baca: Terlibat 8 Perampokan Sadis, WNI di Malaysia Ditembak Mati

Setelah itu, pelaku langsung meminta kartu ATM milik dan barang-barang Mega Annisa.

"Saya kasih saja, tasnya sekalian, di situ ada kartu ATM dan semua lah," ujar Mega Annisa.

Kini, Mega Annisa sudah dapat bernafas lega karena berhasil membebaskan diri dari sanderaan sopir taksi online itu.

Sumber : http://jabar.tribunnews.com/2018/01/17/begini-kronologi-karyawati-bank-dirampok-sopir-taksi-online-dipaksa-pasang-borgol-sendiri

Profil Natalius Pigai | Komisioner Subkomisi Pemantauan & Penyelidikan

November 26, 2017 Add Comment
Profil Natalius Pigai | Komisioner Subkomisi Pemantauan & Penyelidikan
Profil Natalius Pigai
Natalius Pigai
Natalius Pigai Lahir di Paniai Papua, 28 Juni 1975. Meraih gelar SIP (Sarjana Ilmu Pemerintahan) dari Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) di Yogyakarta tahun 1999. Pendidikan non formalnya adalah pendidikan statistika di Universitas Indonesia tahun 2004, pendidikan Peneliti di LIPI tahun 2005, dan Kursus Kepemimpinan di Lembaga Administrasi Negara tahun 2010 - 2011.

Pigai pernah menjadi aktivis dibeberapa lembaga antara lain sebagai staf/ aktivis di Yayasan Sejati yang memiliki perhatian pada hak-hak masyarakat terpinggirkan di Papua, Dayak, Sasak, dan Aceh (1999-2002). Sebagai staf di yayasan Cindelaras (Yacitra) yang mengembangkan kearifan lokal khususnya perjuangan hak-hak petani (1998), sebagai ketua di Lembaga Studi Renaissance yang konsen pada pengembangan budaya Papua (1998-2000). Sebagai ketua di Asosiasi Mahasiswa Papua (AMP) Internasional (1997-2000), dan juga aktif bersama elemen-elemen civil society (PRD, PMKRI, Walhi, Kontras Rumah Perubahan, Petisi 28) melakukan kegiatan diskusi, seminar, aksi dan lainnya yang berorientasi pada perubahan.

Selain aktif di LSM, Pigai pernah menjabat sebagai staf khusus menteri (Ir. Alhilal Hamdi dan Yacob Nuwa Wea) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI tahun 1999-2004. Pigai termasuk aktif menulis. Hal ini bisa dilihat dari publikasi tulisannya, terutama publikasinya di bidang hak asasi manusia dalam 10 tahun terakhir.

Beberapa tulisannya telah diterbitkan dalam bentuk buku antara lain berjudul Evolusi Nasionalisme dan Sejarah Konflik Papua, Migrasi Tenaga Kerja Internasional, Anak Indonesia Teraniaya: Status kewarganegaraan Anak TKI di Malaysia, dan Tenaga Kerja Penyandang Cacat, dan lain-lain. Selain itu sejumlah artikel, opini, karya tulis ilmiah maupun makalah pernah terbit di beberapa media massa nasional. Antara lain artikel yang berjudul Kematian Theys Eluay dan Masa Depan Papua, Aksi Premanisme terhadap Pers, dan Papua Mati di Lumbung Padi.

Sumber : https://www.komnasham.go.id/index.php/commisioner/7/natalius-pigai.html

Pembunuhan Gadis Difabel di Yogya, Polisi Dalami Dugaan Pemerkosaan

November 21, 2017 Add Comment
Pembunuhan Gadis Difabel di Yogya, Polisi Dalami Dugaan Pemerkosaan
Ilustrasi korban perkosaan. Pixabay.com
Kriminologi.id - Polres Bantul sukses menangkap pelaku pencopetan disertai pembunuhan terhadap gadis penyandang cacat di Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Polisi sekarang tengah mendalami sangkaan adanya perbuatan pemerkosaan sebab korban ditemukan dalam keadaan nyaris tak memakai busana.

"Awalnya dari proses investigasi yang anda lakukan, terdapat pendapat penyidik semacam tersebut (dugaan tindakan asusila), makanya kami mengerjakan pendalaman tergolong koordinasi untuk pihak lokasi tinggal sakit," kata Kapolres Bantul, AKBP Imam Kabut Sariadi di Bantul, Selasa 21 November 2017.

Tersangka AFK, 42 tahun telah diciduk polisi di distrik Pasar Kranggan, Kota Yogyakarta pada Senin dinihari selama pukul 03.00 WIB. Imam menambahkan, dalam penanganan terhadap permasalahan pencurian dengan kekerasan itu polisi sekarang tengah menantikan hasil pengecekan rumah sakit apakah terdapat indikasi kekerasan seksual yang dirasakan korban.

"Untuk sedangkan ini belum anda temukan apakah ada bagian pemerkosaan ataupun bagian pemaksaan asusila dari pihak tersangka untuk pihak korban. Dan proses untuk memahami apakah yang bersangkutan sudah melakukan tersebut masih dalam proses pengecekan lab," kata Imam.

Pelaku yang adalahwarga Papua dan hidup tak pasti di Yogyakarta tersebut dijerat dengan Pasal 365 KUHP. Namun jeratan tersebut bisa meningkat jika memang ada sangkaan kekerasan seksual yang dilaksanakan pelaku.

Peristiwa pencopetan dengan kekerasan itu berawal saat terduga yang datang ke lokasi tinggal korban di distrik Plawonan Sedayu pada Sabtu, 18 November dengan maksud menumpang untuk membasuh atau mencuci badannya.

Namun saat pelaku berada di lokasi tinggal korban, ia menyaksikan korban beserta dagangan berharganya sampai-sampai niatan pelaku yang tadinya melulu mau menumpang mencuci diri berubah niatnya guna menguasai dagangan tersebut.

"Di situ terdapat televisi juga sejumlah barang berharga yang curi perhatian tersangka, namun perbuatan tersebut dipergok oleh korban dan berteriak, dan pada saat tersebut tersangka lantas menyekap korban dan korban dicekik sampai meninggal dunia," katanya. RZ

Vonis Bebas Korban Salah Tangkap, Ini Sosok Hakim Eka Saharta

November 21, 2017 Add Comment
Vonis Bebas Korban Salah Tangkap, Ini Sosok Hakim Eka Saharta
Sosok dibalik Hakim Eka Saharta
Sosok dibalik Hakim Eka Saharta
Kriminologi.id - Majelis hakim Pengadilan Negeri Bekasi, Jawa Barat, memvonis bebas Indra Lesmana atas permasalahan penganiayaan terhadap Edi Gilang Febriyanto, 17, murid SMK Abdi Karya yang tewas ketika tawuran.

Ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Bekasi, Eka Saharta Winata Laksana, mengaku tidak menyaksikan kebersangkutanan Indra terhadap tewasnya Edi Gilang Febriyanto. Indra didakwa pasal pilihan UU Perlindungan Anak dan pasal 351 KUHP tentang penyiksaan yang mengakibatkan orang beda meninggal dunia dengan ancaman 11 tahun penjara.

Sosok Eka Saharta, adalahhakim Pengadilan Negeri Bekasi semenjak 2016. Dalam website resmi PN Bekasi Kota, Eka menjabat sebagai Hakim Madya Utama. Sebelumnya, Eka pernah menjabat sebagai Hakim Tingkat Pertama di Pengadilan Negeri Semarang pada 2013.

TONTON: Video Pengakuan Indra Lesmana Sang Korban Salah Tangkap Polisi

Sementara karir Eka dibuka menjadi staf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tahun 1988 dan 1989.

Dalam karir Eka Saharta, dia pun pernah menyidangkan sejumlah permasalahan penting. Salah satunya ialah saat ia menjabat sebagai hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung. Dalam sidang itu, Eka bareng majelis hakim memvonis bebas Wali Kota Bekasi nonaktif Mochtar Mohammad, pada 11 Oktober 2011.

Akibatnya, Eka Saharta yang saat tersebut menjadi hakim anggota bareng Ramlan Comel, dan hakim ketua Azharyadi Pria Kusuma dicek Mahkamah Agung untuk menggali apakah terdapat pelanggaran etika dan perilaku hakim dalam perkara tersebut.

BACA: Pengakuan Korban Salah Tangkap Polisi, Dianiaya Bagi Mengaku

Eka Suharta pun pernah memvonis 1 tahun penjara terhadap Sunaryo HW, mantan anggota Dewan Kota Cirebon yang saat tersebut menjabat Wakil Wali Kota Cirebon. Sunaryo divonis atas permasalahan korupsi dana APBD Kota Cirebon tahun 2004 senilai Rp 4,9 miliar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Jumat, 6 Januari 2012.


Indra Lesmana, korban salah tangkap atas permasalahan penganiayaan ketika terjadinya tawuran merupakan lulusan SMK Bani Insan Kamil tahun 2016. Indra dilepaskan oleh majelis hakim Pengadilan Bekasi sebab tidak terbukti mengerjakan penganiayaan.

Peristiwa tawuran itu terjadi pada 11 Maret 2017. Tawuran yang terjadi di Jalan Ratna, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, dilatarbelakangi sebab saling ejek.

Riset: Persekusi Bugil Dapat Sebabkan Gangguan

November 21, 2017 Add Comment
Riset: Persekusi Bugil Dapat Sebabkan Gangguan
Ilustrasi Persekusi Bugil Dapat Sebabkan Gangguan. Ilustrasi: Kriminologi.id
Ilustrasi Persekusi Bugil Dapat Sebabkan Gangguan. Ilustrasi: Kriminologi.id
Kriminologi.id - Beredar video viral sekelompok massa menelanjangi dan menngarak sepasang kekasih yang diperkirakan melakukan tindakan mesum. Peristiwa ini terjadi di desa Cikupa, Tangerang, Banten pada 11 November 2017.

Video amatir itu merekam aksi masyarakat yang memaksa pasangan laki-laki wanita berjalan tanpa mengenakan pakaian. Sebenarnya wanita dalam video itu sempat memakai celana dalam, tetapi saat hingga di teras toko ada sejumlah orang yang mencungkil celana itu dan memaksa pasangan itu memperagakan ketika bermesraan.

Baca: Arak dan Telanjangi Pasangan Kekasih, Ketua RT Jadi Tersangka

Pada video tersebut, pihak wanita menangis dan meronta-ronta supaya tidak diperlakukan laksana itu. Polisi pun beraksi dan memutuskan Ketua RT setempat sebagai terduga dalam permasalahan tersebut.

Tindakan ini oleh penduduk setempat sebab mereka tidak inginkan ada yang melakukan mesum di wilayahnya laksana yang dikatakan tersangka pada polisi.

"Dari hasil pemeriksaan, Ketua RT yang telah diputuskan sebagai tersangka menyatakan melakukan urusan tersebut dengan dalil merasa tidak inginkan di wilayahnya terdapat yang melakukan mesum," kata Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Tangerang, AKBP Sabilul Alif untuk Kriminologi, Rabu 15 November 2017.

Barbara Benoliel dalam tulisannya yang berjudul Public Humiliation as a Mitigator in Criminal Sentencing mengaku tindakan mempermalukan pelaku durjana di depan umum ialah bentuk penghukuman tersebut sendiri dan pun menciptakan efek deterrence atau efek penggentarjera untuk orang lain.

Perdebatan masalah perbuatan mempermalukan pelaku di depan masyarakatan sebagai format penghukuman terus berlangsung. Masalahnya, destinasi penghukuman tidak melulu tentang efek penggentarjera untuk masyarakat, tetapi pun melakukan rehabilitasi dan reintegrasi pelaku durjana dalam masyarakat. Tindakan mempermalukan pelaku di depan umum malah mencederai destinasi penghukuman lainnya.

Baca: Dituduh Mesum dan Diarak, Korban Penganiayaan Menangis Terus

Di samping itu, Bengt Starrin dalam tulisannya yang berjudul Shame, Humiliation and Psychiatric ill-health melafalkan tekanan eksternal yang hadir dari sebuah bahaya atau sebuah perlakuan yang begitu buruk sampai-sampai dapat merangsang stres dan bisa berujung pada cedera jasmani ataupun gangguan kejiwaan.

Penelitian yang dilaksanakan psikiater Amerika, Kenneth Kendler mencerminkan hubungan antara perbuatan mempermalukan diri dengan gangguan kejiwaan. Salah satu penyebab terjadinya gangguan kejiwaan ialah depresi mendalam.

Kendler menambahkan penyebab sangat penting terjadinya depresi mendalam ini ialah kehilangan kehidupan sosial. Mempermalukan pelaku di depan publik atau public shaming mengakibatkan rasa malu dan pudarnya keyakinan diri sampai akhirnya unik diri dari lingkungan sosial. Terputusnya kehidupan sosial pribadi akan dominan besar pada kehidupannya sehari-hari.

Sebenarnya National Institute of Mental Health (NIH) Amerika Serikat telah memutuskan depresi sebagai salah satu format gangguan kejiwaan yang nyata. Ada sejumlah pertanda yang menunjukkan pribadi mengalami depresi yang mendalam, diantaranya; kecil hati berkepanjangan, gelisah, kosong, hopeless, perimistis, merasa bersalah, dan tidak berharga.

Tidak melulu itu, depresi juga dilafalkan dapat dominan  pada keadaan jasmani seperti turunnya berat badan secara drastis, gampang lelah, berjuang melukai diri sendiri dan bahkan mengerjakan percobaan bunuh diri.

NIH sendiri mengklasifikasikan depresi dalam enam tipe yaitu; major depression, persistent depressive disorder, psychotic depression, postpartum depression, seasonal affective disorder, dan bipolar disorder.

Hal unik muncul pada tipe psychotic depression dimana depresi ternyata dapat mengakibatkan pribadi mengalami situasi psikotik. Kondisi psikotik ini mencakup ketidakmampuan pribadi untuk membedakan fakta dengan imajinasi ataupun memisahkan nilai benar dan salah dalam masyarakat, ini lantas disebut sebagai delusi. Di samping itu, pribadi yang mengidap depresi psikotik bakal mendengar atau menyaksikan sesuatu yang orang lain tidak bisa mendengar atau melihatnya, ini lantas disebut dengan halusinasi.

Baca: Mensos: Telanjangi dan Arak Pasangan Dituduh Mesum Tidak Dibenarkan!

Mengacu pada artikel Kendler, dimana perbuatan mempermalukan pelaku di depan masyarakat akan mengakibatkan rasa malu yang begitu besar dan kesudahannya pelaku akan unik diri dari kehidupan sosialnya. Sama halnya dengan perbuatan menelanjangi dan mengarak pasangan tanpa mengenakan pakaian laksana yang ditampakkan dalam video tersebut pun akan mengakibatkan rasa malu yang begitu besar.

Tidak menutup bisa jadi kedua orang yang ditelanjangi tersebut akan unik diri dari kehidupan sosialnya dan lantas mengalami depresi berat. Inilah lantas yang dapat mengakibatkan depresi psikotik dimana pelaku merasakan delusi dan halusinasi dalam hidupnya. Jika tidak menemukan perawatan dan perlakuan yang benar, orang dengan depresi psikotik dapat melakukan tindakan yang membahayakan dirinya sendiri salah satunya dengan mengerjakan bunuh diri.

Misteri Mengenai Al Setnov

November 21, 2017 Add Comment
Misteri Mengenai Al Setnov
Al Setnov Bagaikan Al Capone
Setya Novanto
Kriminologi.id - Setya Novanto mengaku tidak pernah mangkir terhadap panggilan KPK. Dia menyatakan, telah tiga kali memberikan penjelasan secara tertulis, dan merasa tidak menerima sepeserpun fulus dari proyek e-KTP.

Itulah antara lain penjelasan dari Setya Novanto atau Setnov saat membalas pertanyaan wartawan Metro TV lewat sambungan telepon, sejumlah hari lalu. Beberapa ketika setelah wawancara, pengacaranya memberitakan Setnov kemalangan lalu-lintas. Mobilnya menabrak tiang listrik. Dia diberitakan gegar otak, melulu sehari sesudah KPK pulang menjadikannya sebagai terduga dalam kasus sangkaan korupsi e-KTP dan menggerebek rumahnya.

Beberapa pekan sebelumnya, jantung Setnov pun dikabarkan bermasalah sesudah KPK menjadikannya terduga pada permasalahan yang sama. Dia pulih dari jantungan setelah pengadilan memenangkan gugatan pra-peradilannya terhadap KPK. Dia lolos dari jeratan KPK.

Lalu, apakah kali ini, Ketua DPR itu dapat kembali lolos dari jeratan KPK?

Suatu hari di pertengahan musim semi 1931, sekompi polisi dan selusin reserse memblokade sebuah lokasi tinggal di West End Avenue, di pinggiran New York. Polisi mendapat kabar, di lokasi tinggal kekasihnya itulah, Crowley, pembunuh familiar yang tidak mengisap rokok dan tidak minum minuman beralkohol tersebut bersembunyi.

Polisi segera mengasapi lokasi tinggal itu. Senjata otomatis dipasang di sekeliling, demikian pula dengan semua penembak jitu. Hasilnya: tembak-menembak tak dapat terhindari. Kejadian itu disaksikan ribuan orang, namun ajaib, Crowley tidak tewas. Dia berlindung di balik meja yang kokoh. Polisi sukses menangkapnya.

Kombes Mulrooney, Humas Polisi New York menyatakan, Crowley ialah pembunuh sangat berbahaya. Crowley dapat membunuh guna hal-hal sepele. Seorang polisi yang membebastugaskan kendaraannya dan menanyakan SIM, langsung ditembak begitu saja. Tak melulu itu, Crowley lantas melompat dari mobilnya dan merampas pistol si polisi yang malang, kemudian menembaknya berulangkali.

Tapi apa kata Crowley? Dia mencatat surat, “Di balik rompiku yang kasar, berdetak jantung yang kasar namun ramah. Jantung yang tidak memperbolehkan untuk menjahati orang”.

Sebelum tewas ditembak kawan-kawannya, Dutch Schults, penjahat tersohor di New York mengaku untuk seorang wartawan, dia menyukai kemanusiaan.

Dengarlah lantas pengakuan dari penjahat sangat ulung dan sangat terkenal yang pernah hidup di Chicago, Al Capone. “Selama saya hidup berkecukupan, saya senantiasa berjuang menolong dan menggembirakan orang lain. Tapi sebagai tanda terima kasih mereka, saya menerima cercaan dan menderita sebagai orang buruan.”

Lewat surat itu, Al Capone memandang dirinya sebagai seorang bijaksana dan dermawan, meskipun urusan itu, barangkali akan sulit dicerna orang lain.

Semua kisah tersebut ditulis oleh Dale Carnegies dalam bukunya “How to Win Friends and Influence People.” Sebuah kitab yang tidak sedikit mengisahkan kebajikan, saling memuliakan dan bergaul baik dengan tidak sedikit orang --- dengan contoh-contoh antara beda kisah-kisah semua kriminal, semua penjahat.

Tapi apakah, Setnov ysng ketua umum Partai Golkar tersebut orang jahat laksana Crowley, Schultz, dan Al Capone?

Dia melulu tersangka sangkaan korupsi e-KTP yang menyatakan tak bersalah tetapi sering menghindari pengecekan dengan beribu dalih; sakit jantung, mengemukakan gugatan praperadilan, meminta ijin presiden dan pulang gegar benak setelah mobilnya menabrak tiang.

Dubes Inggris Dukung Papua Tetap Bagian NKRI

November 20, 2017 Add Comment
Dubes Inggris Dukung Papua Tetap Bagian NKRI
Dubes Inggris Dukung Papua Tetap Bagian NKRI
Ilustrasi pembebasan Sandera KKB Papua. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki

Kriminologi.id - Pemerintah Inggris mendorong Provinsi Papua tetap menjadi unsur dari Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI. Duta Besar Inggris guna Indonesia, Moazzam Malik menuliskan Papua unsur dari NKRI telah mutlak tanpa perlu polemik lagi.

"Kebijakan Pemerintah Inggris paling jelas, kami menyokong persatuan Indonesia, Papua ialah bagian dari NKRI dan telah mutlak sampai-sampai tidak ada polemik atas urusan tersebut," kata Malik di Jayapura, Papua, Selasa, 21 November 2017.

Baca: Kapolri: Konflik Papua Ibarat Sejarah Hongkong Dua Dekade Silam

Meski demikian, kata Malik, dalam kerangka NKRI pastinya orang Papua berhak menemukan pelayanan yang sama laksana warga negara Indonesia lainnya dan tidak butuh dibeda-bedakan. Misalnya, layanan dari pemerintah Indonesia ihwal pendidikan, kesehatan, dan peluang dalam berekonomi yang cocok aspirasi penduduk Papua.

Malik menuturkan, pihaknya bercita-cita aspirasi orang pribumi Papua mesti didengarkan, dihormati dan diisi oleh pemerintah Indonesia. Tanggung jawab itu tidak melulu tertuju pada pemerintah pusat, tetapi pun pemerintah daerah.

"Kami merasa Presiden Joko Widodo paling sadar dan berkomitmen guna memajukan masa mendatang Papua, pasalnya Jokowi berangjangsana ke Bumi Cenderawasih lebih sering dikomparasikan dengan kepala negara sebelumnya," katanya.

Baca: Pemerintah Siapkan Operasi Opini Luruskan Informasi Soal Papua

Berdasarkan keterangan dari Malik, langkah-langkah dan kepandaian yang dipungut Presiden Joko Widodo berhubungan penanganan Papua sekitar ini sudah paling bijaksana, seperti solusi kasus-kasus HAM yang menjadi isu-isu besar, akses untuk wartawan asing ke Papua, persoalan tahanan politik, sampai mengatur proses dialog antara pemerintah pusat dengan orang Papua untuk memperhatikan aspirasinya.

"Sayangnya implementasi dari kebijakan-kebijakan itu masih rendah sampai kini, sehingga urusan itu memperlihatkan untuk semua pihak bahwa terdapat kepentingan-kepentingan yang menghambat arahan Presiden Jokowi tersebut," ujarnya. TD